Home Publikasi Diskominfo
* Tim KIE Terus Gencarkan Pencegahan Covid-19
Tim Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Barito Kuala (Batola) terus menggencarkan sosialisasi edukasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di masyarakat.
Selasa (06/10/2020) pagi, giliran Pasar Selasa Desa Anjir Pasar Lama Kecamatan Anjir Pasar yang menjadi sasaran. Tim berunsur SKPD terkait seperti Diskominfo, Dinkes, BPBD, Satpol-PP, dan Bagian Humpro dilengkapi pengeras suara memberikan himbauan dan ajakan agar masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Dilengkapi kaos dan topi biru-biru tertuliskan Tim KIE GTPP Batola tim bergerak mengitari seluruh kawasan pasar sembari mengajak semua pengunjung mulai pedagang, pembeli, dan masyarakat lainnya untuk memakai masker, menjaga jarak, serta selalu mencuci tangan pakai sabun.
“Kami ingatkan bapak ibu agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Himbauan ini kami sampaikan demi menghindarkan bapak ibu jangan sampai terpapar virus yang dapat mengancam keselamatan,” tutur Koordinator aksi, Trimanto.
Kabid PPHD Satpol-PP Batola itu juga mensosialisasikan penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Barito Kuala Nomor 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).Ia mengingatkan, jika melanggar ketentuan Perbup 54/2020 akan dikenakan sanksi teguran lisan, perintah keharusan memakai masker, perintah tidak melanjutkan perjalanan, atau melakukan gerakan push up, gerakan jongkok berdiri, menjawab pertanyaan terkait lambang dan simbol negara, atau menjadi juru kampanye pencegahan penyebaran Covid-19. “Saat ini kami baru memberitahukan, nanti pada aksi selanjutnya yang akan dilaksanakan Tim Yustisi sudah bersifat penindakan. Untuk itu kami harapkan bapak ibu supaya membiasakan penerapan protokol kesehatan,” ajak Trimanto.
Dalam aksi di Pasar Selasa Desa Anjir Pasar Lama Kecamatan Anjir Pasar ini, tim juga membawa sejumlah selebaran/leaflet himbauan serta masker. Leaflet dibagi-bagikan ke setiap pengunjung agar memahami serta mematuhi ketentuan dan anjuran. Bagi pengunjung yang kedapatan tidak mengenakan masker, tim berupaya mendatangi dan memberikan masker sekaligus mengingatkan untuk tidak mengulangi keteledoran yang bisa mengancam kesalamatan diri sendiri.
Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), Koordinator Tim Trimanto, menilai ketaatan pengunjung Pasar Selasa Kecamatan Anjir Pasar terhadap protokol kesehatan, khususnya menggunakan masker, tergolong tinggi. Ia mengatakan, hampir 97 persen pengunjung di pasar tersebut memakai masker. Sedangkan 3 persennya hanya akibat ketidaksempurnaan mengenakan masker dan sebagian ada yang menyimpan di saku setelah melihat petugas baru bergegas mengenakan.
Khusus untuk warung-warung, Trimanto mengatakan, sebagian kecil belum menyediakan tempat cuci tangan. Setelah diberitahu dan diberi pengertian pentingnya keberaaan sarana tersebut baru mereka berusaha memenuhi.
* Tim KIE Gelar Edukasi di Pasar Tanipah
Bapak ibu, baik pedagang, pembeli maupun pengunjung pasar lainnya kami sarankan supaya mematuhi protokol kesehatan (prokes) terutama memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penyebaran Covid-19.”Kalimat ini terlontar dari Tim Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola) saat menggelar giat di Pasar Tanipah Kecamatan Mandastana, Senin (05/10/2020).
Tim yang berunsur SKPD terkait seperti Diskominfo, Bagian Humas dan Protokol (Humpro), BPBD, Dinkes, dan Satpol-PP bersama Plt Camat Mandastana Ahmad Husaini beserta jajaran melakukan sosialisasi edukasi penerapan protokol kesehatan.
Tim juga mensosialisasikan penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Barito Kuala Nomor 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
.Kehadiran tim yang mengenakan seragam dan topi biru-biru bertuliskan Tim KIE GTPP Batola sempat membuat pengunjung pasar kaget. Mereka yang semula seadanya mengenakan masker bergegas merapikan masker yang tersangkut di dagu. Koordinator Tim KIE, Sumarno, mengingatkan seluruh warga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.
Kalak BPBD Batola itu menerangkan, bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, perintah keharusan memakai masker, perintah untuk tidak melanjutkan perjalanan, atau melakukan gerakan push up, gerakan jongkok berdiri, menjawab pertanyaan terkait lambang dan simbol negara, atau menjadi juru kampanye pencegahan penyebaran Covid-19.
Namun, lanjutnya, semua sanksi di atas belum diterapkan saat aksi yang mereka gelar sekarang. Tapi akan diterapkan Tim Yustisi pada aksi berikutnya. Karenanya, ia mengingatkan setiap pengunjung pasar, pedagang, pembeli atau pun warga lainnya supaya membiasakan mematuhi protokol kesehatan.
“Penerapan protokol kesehatan ini dilaksanakan demi keselamatan bapak ibu sendiri agar terhindar dari paparan virus berbahaya Covid-19,” ungkap Sumarno. Sementara itu, berdasarkan pengamatan, tingkat kepatuhan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di Pasar Tanipah Kecamatan Mandastana, tergolong cukup tinggi. Terbukti saat Tim KIE melaksanakan giat di pasar itu hanya sebagian kecil warga yang tak mengenakan masker.
Tingginya kesadaran warga terhadap protokol kesehatan ini tak heran membawa kembali Kecamatan Mandastana ini menjadi zona hijau. Plt Camat Mandastana, A Husaini mengakui, tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan di wilayahnya tergolong tinggi. Hal itu selain gigihnya aparat desa, kecamatan dan relawan dalam memberikan sosialisasi dan himbauan juga kesadaran masyarakat yang tergolong patuh terhadap anjuran.
* Giliran Pasar Semangat Dalam Disasar Tim KIE
Tim Komunikani Informasi Edukasi (KIE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (30/09/2020), menggelar sosialisasi protokol kesehatan di Kecamatan Alalak.Dengan dilengkapi pengeras suara tim yang berunsur SKPD terkait seperti Diskominfo, Humpro, BPBD, Dinkes, dan Satpol-PP ini menyasar Pasar Semangat Dalam Kelurahan Handil sekaligus melakukan pemantauan dan evaluasi setiap warga yang beraktivitas dengan mengitari seluruh sudut pasar sembari memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19.Tim juga mensosialisasikan penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Barito Kuala Nomor 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).Kehadiran tim yang mengenakan seragam dan topi biru-biru bertuliskan Tim KIE GTPP Batola sempat membuat warga kaget. Mereka yang semula seadanya mrnggunakan masker bahkan sebagian tak mengenakan bergegas merapikan masker yang mereka gunakan. Koordinator Tim KIE Candra Wijaya mengingatkan seluruh warga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020 terkait Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.Kabid Kesehatan Masyarakat itu menyatakan bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, perintah keharusan memakai masker, perintah untuk tidak melanjutkan perjalanan, atau melakukan gerakan push up, gerakan jongkok berdiri, menjawab pertanyaan terkait lambang dan simbol negara, atau menjadi juru kampanye pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam aksi kali ini tim juga menyasar sejumlah warung makan dan menanyakan sarana cuci tangan yang mempergunakan sabun. Dari pantauan yang dilakukan sekitar 60 persen warung dan tempat jualan menyediakan sarana cuci tangan yang dilengkapi sabun, sedangkan sisanya menyediakan galon namun tidak dilengkapi sabun. Koordinator Tim KIE, Candra Wijaya yang diminta tanggapan soal evaluasi yang dilaksanakan di Pasar Semangat Dalam menyatakan, sekitar 95 persen pedagang dan pembeli di pasar tersebut telah menggunakan masker, baik jenis masker disposible, masker kain, maupun jenis scuba.Menyangkut physical distancing di pasar itu Candra menilai sudah cukup baik. Namun ia menyarankan untuk lebih efektifnya jika mungkin ke depannya perlu batas yang jelas antara tempat jualan dengan jalur lalu lintas serta dibutuhkan penataan yang lebih rapi.Khusus terhadap ketersediaan sarana cuci tangan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Batola itu berpandangan walau sudah tersedia namun dirasa masih perlu tambahan tandon yang mudah diakses. Mengingat pengunjung di pasar tersebut cukup banyak.
* Kepala Bapegdiklat Batola Purnatugas
122 Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) diambil sumpah/janji. Pengambilan sumpah/janji ASN hasil pengangkatan Tahun 2018 ini dilaksanakan secara virtual di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (Bapegdiklat) Batola oleh Bupati Hj Noormiliyani AS, Selasa (29/09/2020).
Dengan disaksikan Kepala Bapegdiklat H Hardian Noor dan Inspektur Kabupaten Batola H Ismet Zulfikar, prosesi pengambilan sumpah/janjinya hanya dihadiri 9 perwakilan ASN. Sedangkan 113 ASN lainnya diambil sumpah/janji melalui sambungan video conference di kantor kecamatan atau SKPD masing-masing.
Acara pengambilan sumpah/janji ini juga dirangkai pemberian penghargaan terhadap Kepala Bapegdiklat Batola H Hardian Noor, Sekretari Badan Kesbangpol Noor Efansyah, dan Kasi Meteorologi Diskoperindag Syaifudin yang memasuki masa purnatugas terhitung per 1 Oktober lusa.
Kepala Bapegdiklat Batola H Hardian Noor mengatakan, pelaksanaan pengambilan sumpah/janji ASN hasil pengangkatan 2018 ini agak molor dari semestinya lantaran merebaknya pandemi Covid-19. Namun setelah ditunggu-tunggu tampaknya situasi wabah tak kunjung mereda sehingga pengambilan sumpah dilaksanakan secara virtual. Lebih-lebih Bupati Batola sendiri telah mengeluarkan Perbup Nomor 54 Tahun 2020 dimana kegiatan yang mengumpulkan warga dalam jumlah banyak harus mengikuti ketentuan protokol kesehatan.
Bupati Batola Hj Noormiliyani AS mengharapkan, ASN yang telah diambil sumpah/janji dapat menjalankan kewajiban sesuai sumpah yakni setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara dan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terlebih Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.“Saya berharap seluruh ASN yang baru saja mengucapkan sumpah/janji dapat menjalankan tugas secara profesional, bertanggungjawab, jujur, adil dan netral,” ucap bupati wanita pertama di Kalimantan Selatan itu.
Salah seorang ASN, Prio Satriadi, menyampaikan rasa lega dan bahagia setelah mengikuti prosesi sumpah/janji yang dilaksanakan Bapegdiklat Batola. “Dengan pengambilan sumpah/janji ini berarti kami telah 100 persen menjadi ASN,” tutur pegawai yang bertugas di Diskominfo Batola tersebut sembari menyatakan pengambilan sumpah/janji ini menjadi momentum awal baginya untuk bekerja lebih baik dan memberi pengabdian terbaik bagi Batola.
Hal senada diucapkan Lukmanul Hakim. Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Jejangkit itu menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas pengambilan sumpah/janji. Kendati harus mengikuti kegiatan secara virtual namun mengaku tetap merasakan kesakralan prosesi sumpah yang dilaksanakan.
Pengambilan sumpah/janji 122 ASN lingkup Pemkab Batola ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan bagi ASN yang memasuki masa purnatugas di antaranya Kepala Bapegdiklat Batola H Hardian Noor sendiri, Sekretaris Badan Kesbangpol Noor Efansyah serta Kasi Meteorologi Diskoperindag, Syaifudin.
Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 secara virtual yang diselenggarakan Kementerian Keuangan RI, Selasa (22/09/2020). Noormiliyani mengikuti Rakornas di Ruang Monitoring Center Setara Network Diskominfo bersama Sekda H Abdul Manaf, Kepala Bappelitbang Zulkifli Yadi Noor, Kepala BPKAD Samson, dan Inspektur Kabupaten Batola H Ismet Zulfikar.
Rakernas yang diikuti seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia ini juga dirangkai penyerahan penghargaan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) 10 kali berturut-turut, 5 kali berturut-turut, dan penghargaan WTP 2019. Acara juga dirangkai penyerahan BMN Award.
Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk salah satu provinsi yang mendapatkan opini WTP 5 kali berturut-turut untuk laporan keuangan tahun 2010-2019. Sedangkan Kabupaten Barito Kuala menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan penghargaan opini WTP 5 kali berturut-turut sejak tahun 2015 – 2019. Sementara untuk penghargaan WTP 2019, Provinsi Kalsel yang terdapat 14 entitas yakni 1 provinsi dan 13 kabupaten/kota mendapatkan 13 penghargaan termasuk di antaranya Kabupaten Barito Kuala.
Rakernas digelar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dengan tema “Tantangan Akuntabilitas Keuangan Negara dalam Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional” memiliki tujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi serta mendorong optimalisasi penggunaan teknologi informasi di era adaptasi kebiasaan baru.Rakernas yang dilaksanakan sejak 22 – 24 ini dirangkai beberapa kegiatan di antaranya melaksanakan talkshow, webiner, coaching clinic, dan pemberian penghargaan.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam keynote speech-nya saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bersinergi kuat mewujudkan pertanggungjawaban keuangan negara secara akuntabel dan transparan yang salama ini terbangun dengan pemangku kepentingan, mulai dari seluruh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah untuk terus ditingkatkan.Ia juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai eksternal auditor yang telah melakukan pemeriksaan seluruh laporan keuangan kementrian negara dan lembaga, serta laporan keuangan bendahara umum negara, laporan keuangan pemerintah pusat dalam APB, dan laporan pemerintah daerah.
Tahun ini pemerintah pusat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pencapaian ini didukung semakin meningkatnya kualitas laporan keuangan kementerian dan lembaga tahun 2019.Sri Mulyani berharap, dalam laporan keuangan APBN dan APBD tahun 2020 tetap bisa terjaga kualitasnya. Dalam hal ini dari Kementerian Keuangan akan melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan pertanggungjawaban APBN dan APBD tahun 2020 secara akuntabel dan transparan.
Usai pembukaan dan penyerahan penghargaan WTP dan BMN Award acara dilanjutkan dengan talkshow dengan menghadirkan narasumber Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Andin Hadiyanto, Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, BPKP, Salamat Simanullang, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI, Feri Wibisono, dan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.
Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) H Rahmadian Noor mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Covid-19 bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Kamis (17/09/2020). Wabup mengikuti rakor secara virtual di Ruang Monitoring Center Setara Network Diskominfo Batola bersama Kadinkes dr Hj Azizah Sri Widari, Kalak BPBD Sumarno, dan Direktur RSUD Abdul Aziz Marabahan Fathurrahman.
Dalam rapat disampaikan upaya dan langkah-langkah dalam menekan penularan Virus Corona. Menko Marves Luhut B Pandjaitan meminta para gubernur dan provinsi penyumbang angka terbesar penderita Covid-19 untuk menyediakan pusat-pusat karantina bagi pasien OTG maupun bergejala ringan untuk diisolasi. “Saya ingin agar mereka dapat dirawat di pusat karantina supaya tidak berpotensi menularkan kepada keluarga,” ujar Menko Marves melalui Jubirnya Jodi Mahardi saat memimpin rakor. Lokasi yang diusulkan menjadi pusat-pusat karantina adalah kotel bintang 2 atau 3. “Pak Menko minta para gubernur untuk meniru langkah yang telah dilakukan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemanfaatan hotel sebagai tempat karantina dapat menjadi solusi terhadap tingginya okupansi ruang ICU di rumah sakit. “Tentang kesiapan hotel saya sudah berkoordinasi dengan daerah apabila anggaran daerah kurang kami bisa membantu untuk penyediaan dengan rekomendasi puskesmas setempat,” jelasnya.
Jubir Menko Marves, menimpali, tak hanya dukungan pusat karantina, kepala BNPB juga diminta Menko pak Doni utuk menyemprotkan disinfektan ke lokasi-lokasi keramaian setiap hari atau dua hari sekali.Selain itu, Menko Luhut juga meminta Kementerian Kesehatan untuk memastikan kebutuhan obat dan terapi yang dibutuhkan untuk kesembuhan pasien-pasien Covid-19 terutama yang kritis.
“Beliau ingin ada standar obat bagi pasien Covid-19 di semua daerah misalnya berkolaborasi dengan RSPAD yang beliau tahu sudah bagus,” papar Jodi.Menurut Jodi, Menko minta sampai akhir tahun pemerintah pusat dan daerah fokus menangani Covid-19 karena mustahil untuk menurunkan jumlah penderita sebelum vaksin atau obat ditemukan, tapi kalau kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah TNI dan Polri bisa dilakukan dengan sistematis maka laju penambahan dapat ditekan, angka kesembuhan dapat dinaikan dan angka kematian bisa turun. Khusus kepada aparat TNI dan Polri, lanjut dia, Menko minta agar operasi yustisi harus benar-benar dilaksanakan secara konsekuen dan disiplin.
* Masih Banyak Belum Pahami Perbup 54/2020
Setelah menggelar monitoring dan evaluasi (monev) ke posko posko Pembatasan Sosial Skala Desa dan Kelurahan (PS2DK) di setiap kecamatan beberapa waktu lalu, Tim Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola) kini menggelar aksi ke pasar-pasar.
Jika pada tahap Monev kegiatan yang digelar lebih bersifat sosialisasi konsolidasi kepada Tim PS2DK di masing-masing posko di seluruh kecamatan, namun tahap kunjungan ke pasar-pasar ini lebih bersifat aksi langsung terutama terkait penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Barito Kuala Nomor 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Sabtu (12/09/2020) kemarin, Tim KIE Kabupaten Batola yang berunsur SKPD terkait seperti Satpol-PP (Trimanto SAP), Diskominfo (Rahmayadi SAP), BPBD (Ekuansyah SE), Dinkes (M Rinody Putera SKM), serta dari Humas dan Protokol (Jalirahman) menggelar kegiatan ke Pasar Sungai Seluang Kecamatan Belawang. Kegiatan berupa sosialisasi penerapan Perbup 54/2020 sekaligus memberikan edukasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19 ini juga diikuti Camat Belawang Rusdiansyah beserta jajaran dan petugas PMI.
Dengan di-back up Kapolsek Belawang Iptu Gunadi serta Danramil Peltu Sugi Priyono masing-masing beserta jajaran, tim menyisir seluruh kawasan pasar serta bilik hingga gang-gang tempat digelarnya dagangan mulai Desa Sungai Seluang sampai Desa Sungai Seluang Pasar.Sebenarnya, kegiatan di Pasar Sungai Seluang Belawang ini merupakan kegiatan kelima. Tim sudah mulai terjun sejak Selasa (00/09/2020) di Pasar Baru Marabahan, Rabu (09/09/2020) di Pasar Rabu Barambai, Kamis (10/09/2020) di Pasar Sungai Gampa Rantau Badauh, dan Jumat (11/09/2020) di Pasar Danda Jaya Rantau Badauh.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pasar Sungai Seluang Belawang ini tak sedikit tim menjumpai pedagang dan pembeli serta warga yang belum mematuhi protokol kesehatan. Masih banyak warga tak mengenakan masker serta masker yang digunakan tidak sesuai kelayakan. Bagi yang kedapatan melanggar, tim memberlakukan sanksi berupa teguran, diharuskan menggunakan masker dari pemberian tim, hingga sanksi-sanksi fisik berupa melakukan push up, gerakan jongkok berdiri, menjawab pertanyaan terkait lambang dan simbol negara hingga melafalkan teks Pancasila.
Koordinator Sosialisasi Tim KIE Kabupaten Batola Pasar Sungai Seluang Kecamatan Belawang, Trimanto SAP menilai, kegiatan di pasar-pasar cukup efektif dalam rangka penerapan protokol kesehatan serta mencegah mata rantai penyebaran Covid-19.Mengingat, sebut Kabid PPHD Satpol-PP Batola itu, sosialisasi yang digelar di pasar cukup banyak diketahui warga. Sehingga informasi yang mereka terima bisa disampaikan lagi ke masyarakat tempat tinggal masing-masing.“Kecenderungan masyarakat kita setiap informasi yang diterima biasanya diceritakan kembali ke warga tempat tinggal,” papar Trimanto sembari menambahkan, lebih-lebih informasi tersebut berkaitan ketentuan pemerintah yang mengandung sanksi sesuai ketentuan Perbup 54/2020.
Tim Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kembali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), Senin (03/08/2020). Kali ini giliran Kecamatan Mandastana yang mendapat kunjungan. Di kecamatan ini terpilih sebagai zona hijau Desa Karang Bunga, sedangkan zona merahnya Desa Puntik Dalam.
Kehadiran tim yang berunsur Diskominfo diwakili Kabid Statistik dan Persandian H Arief Wisuda Wardana, Dinkes Kabid Kesehatan Masyarakat Chandra Wijaya, dan sejumlah staf dari BPBD, Satpol-PP, serta Humpro di Posko Pembatasan Sosial Skala Desa dan Kelurahan (PS2DK) Desa Karang Bunga diterima Plt Camat Mandastana Akhmad Husaini, Kapolsek Ipda Maryono, Danramil Peltu Inf Muhabib, Kepala Puskesmas Subli, dan Kades Surino beserta sejumlah relawan.
Setelah mengadakan pertemuan di Posko PS2DK Karang Bunga tim yang didampingi camat dan unsur forkopimcam melanjutkan monev ke Desa Puntik Dalam sembari melakukan sosialisasi dan himbauan terkait Covid-19 kepada masyarakat melalui mobil keliling. Di Posko PS2DK Puntik Dalam tim beserta camat dan unsur forkopimcam diterima Kades Puntik Dalam Sutrisno dan para anggota tim relawan.
Dalam pertemuan, Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo H Arief Wisuda Wardana menguraikan tujuan monev yang dilaksanakan tim. Ia mengatakan, kegiatan monev pada dasarnya lebih bersifat sharing sekaligus menerima saran dan masuk guna memberikan penyadaran kepada masyarakat dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Mengingat dalam kenyataan di lapangan yang lebih mengenali dan mengetahui permasalah atau kendala para tim yang bertugas di posko-posko.
H Arief juga menjelaskan keberadaan Tim KIE yang terlibat dalam kegiatan yang terbagi 2 di antaranya ada yang melaksanakan monev ke posko dan ada yang bertugas menyampaikan sosialisasi informasi terkait penanggulangan Covid-19 ke masyarakat melalui mobil keliling. Sementara kominfo sendiri, sebutnya, dalam tugas dan fungsinya mengupayakan terjalinnya komunikasi dan informasi yang aktif baik desa atau kecamatan yang menghubungkan ke pemerintah kabupaten baik berupa informasi, kabar, atau apa saja yang berhubungan covid agar bisa secepatnya diketahui pimpinan.Untuk itu setiap posko diharapkan memiliki jaringan internet baik yang disiapkan desa/kecamatan melalui kominfo maupun dari jaringan provider seperti telkomsel, exel, IM3 dan lainnya supaya memudahkan penyampaian informasi yang cepat dan efektif.
Terkait masalah kesehatan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Batola Chandra Wijaya mengutarakan, masalah kesehatan saat ini juga sangat tergantung pada perkembangan informasi dan komunikasi, terutama yang berhubungan dengan pesan-pesan kesehatan.Menurut Chandra, untuk bidang kesehatan paling tidak terdapat 11 indikator dalam menumbuhkan posko kesehatan di antaranya penerapan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penerapan SOP dalam menyikapi pandemi Covid-19, penerapan SOP keluar masuk kampung, masuk rumah, warga rentan dan sebagainya.“Intinya dari pengamatan pada monev ini hampir 80 persen sudah memenuhi unsur. Jadi saya rasa tim relawan tinggal mengintensifkan bidang promotif dan preventif mengingat belum ada obat pasti terkait pencegahan Covid-19 ini,” paparnya.
Plt Camat Mandastana, Akhmad Husaini SE mengucapkan terima kasih kepada tim relawan yang sudah bekerja sama dengan baik terlebih kapolsek serta danramil yang senantiasa aktif mendukung penerapan pencegahan penyebaran Covid-19.Ahmad Husaini juga memohon arahan tim kabupaten dalam penerapan Posko PS2DK, paling tidak memberikan motivasi agar relawan semakin lebih bersemangat menjalankan tugas dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Camat mengibaratkan tim relawan sebagai tim Power Rangers yang ketika ada masalah menyatu menjadi satu kekuatan sinergi termasuk bersama jajaran polsek, koramil, dan puskesmas.
Monev dan sosialisasi di Mandastana ini merupakan kecamatan kedelapan yang dikunjungi Tim KIE GTPP Covid-19 Batola. Sebelumnya tim telah mengunjungi Kecamatan Kuripan, Tabukan, Marabahan, Bakumpai, Cerbon, Rantau Badauh, Barambai, dan Wanaraya. Dalam kunjungannya tim juga membagikan masker dan brosur himbauan baik di perjalanan maupun kepada masing-masing posko.
Tak kenal lelah. Ungkapan ini sepertinya layak disematkan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Barito Kuala (Batola). Berbagai upaya ditempuh tim yang diketuai Bupati Batola Hj Noormiliyani AS dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Ije Jela. Sejumlah program pencegahan telah dan terus dilakukan, termasuk melalui pembentukan Posko Pembatasan Sosial Skala Desa dan Kelurahan (PS2DK) serta dibentuknya Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Melalui Posko PS2DK diharapkan semakin memotivasi kesadaran warga untuk turut berpartisipasi dalam mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran wabah virus corona.
Sementara Tim KIE berperan untuk semakin memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang Covid-19 serta menangkal berita-berita hoax dengan target sasaran terutama daerah-daerah terkonfirmasi positif.Seperti yang dilakukan, Kamis (23/07/2020), Tim KIE GTPP Covid-19 Batola melakukan kunjungan ke Kecamatan Bakumpai.
Tim yang berunsurkan SKPD terkait seperti Diskominfo, BPBD, Dinkes, Humas, Satpol-PP, dan media massa itu selain berisi sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat melalui mobil keliling sekaligus melakukan monitoring di Posko PS2DK Kelurahan Lepasan dan Desa Balukung.
Kehadiran tim yang diketuai Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo H Arief Wisuda Wardana, Sekretaris BPBD Agus Bintoro dan beberapa staf terkait ini diterima Camat Bakumpai Kartayudi dan unsur forkopimcam, Lurah Lepasan Yusni Efendi, Kepala Puskesmas H Ramli Skep NS beserta sejumlah staf. Dalam pertemuan tim menanyakan perkembangan serta upaya-upaya terkait penanganan covid-19 baik melalui promkes, sosialisasi, edukasi, gerakan masyarakat, serta langkah-langkah nyata berupa penyemprotan desinfektan hingga pembagian masker.
Camat Bakumpai Kartayudi mengaku keberadaan Posko PS2DK banyak memberi manfaat langsung maupun penyadaran dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. “Kami merasa bangga atas penanganan yang dilakukan. Setidaknya di tempat kami ini ada tiga warga yang menjalani isolasi mandiri dan ternyata mengalami kemajuan,” katanya.
Tambah bangganya lagi, lanjut dia, di tengah sulitnya ekonomi masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan sembako. Kartayudi mengatakan, adanya bantuan sembako sangat memberi arti bagi masyarakat. Terlebih dalam situasi musim tanam seperti sekarang.
Di akhir pertemuan Tim KlE menyerahkan masker serta brosur himbauan kepada Posko PS2DK yang diterimakan Lurah Lepasan Husni Efendi. Kegiatan monitoring serta sosialisasi Tim KIE GTPP Covid-19 Batola di Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai ini merupakan keempat kalinya. Sebelumnya tim juga melakukan kunjungan di Kecamatan Kuripan, Tabukan dan Marabahan.
Inspektur Kab. Barito Kuala bersama dengan Kepala Dinas PMD dan Kepala Dinas Sosial, Selasa
(07/07/2020) menghadiri kegiatan video conference perihal penyampaian hasil cleansing dan analisis
data BNBA Bansos di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain dari Kabupaten Barito Kuala, video conference ini juga diikiuti oleh 12 Kabupaten/Kota yaitu, Kota
Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kab. Tanah Laut, Kab. Kotabaru, kab. Banjar, Kab. Tapin, Kab. Hulu Sungai
Selatan, Kab. Hulu Sungai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Tabalong, Kab. Tanah Bumbu dan Kab.
Balangan.
Video conference yang diadakan di aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Barito Kuala ini dalam hal menindaklanjuti
pelaksanaan kegiatan cleansing dan analisis data BNBA Bansos APBN, Bansos APBD dan Bansos APBDes
sesuai dengan surat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan perihal permintaan Data
Penerima Bantuan Sosial dari APBD dan Bantuan Sosial dari APBDes.