Home Publikasi Diskominfo
berita-image
ikp
Senin, 24 Mei 2021
Bupati Barito Kuala Resmikan Penggunaan Aplikasi Batola Single Service

Kamis tanggal 20 Mei 2021 bertempat di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Barito Kuala, Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS secara virtual meresmikan penggunaan aplikasi Batola Single Service untuk Pemerintah Kabupaten Barito Kuala maupun masyarakat umum di Kabupaten Barito Kuala maupun diluar Kabupaten Barito Kuala.

Selain dihadiri oleh Bupati Barito Kuala, acara launching Aplikasi Batola Single Service juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Barito Kuala dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang bertempat di Ruang Media Center Diskominfo. Acara ini juga dihadiri secara virtual oleh Inspektur Daerah, Kepala Badan dan Dinas, Kepala Satpol PP, dan Para Camat Kab. Barito Kuala.

Didalam sambutannya, Bupati Barito Kuala menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Dinas Komunikasi dan Informatika atas inovasinya melalui aplikasi Batola Single Service. Karena ini sangat penting dalam rangka Optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Kabupaten Barito Kuala, khususnya untuk layanan pemerintahan berbasis elektronik dan layanan publik berbasis elekteronik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.

Khusus untuk layanan umum dan nomor pusat panggilan (Call Center), Bupati Barito Kuala secara khusus berpesan agar nomor pusat panggilan tersebut terus aktif, jangan sampai ketika masyarakat mau menghubungi nomor pusat panggilan tersebut, malah nomor tersebut tidak bisa dihubungi.

berita-image
ikp
Rabu, 14 April 2021
MTQ KE XXXIII TINGKAT PROVINSI KALSEL DIGELAR SECARA VIRTUAL

Musabaqah Tilawatil Qur’an ke – XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Selatan digelar secara virtual. MTQ ke XXXIII yang digelar di Kab. Tanah Bumbu berlangsung selama 3 (tiga) hari, dimulai dari hari Rabu (07/04/2021) sampai Jum’at (09/04/2021) dan telah berakhir lancar dan sukses. Kegiatan ditutup pada sabtu malam (10/04/2021).

MTQ yang semula dilaksanakan secara tatap muka berganti konsep menjadi virtual, bahkan sebelumnya sempat ditunda dikarenakan ratusan anggota yang terlibat kegiatan ini terdeteksi terpapar Covid-19. Peserta kafilah MTQ Barito Kuala berjumlah 33 orang. Mereka tampil secara virtual dibeberapa tempat terpisah, salah satunya di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika kab. Barito Kuala.

Cabang yang dimusabaqahkan diantaranya, Cabang Tilawah Al-Qur’an, Cabang Qira’at Al-Qur’an, Cabang Hifzh/Hafalan Al-Qur’an, Cabang Tafsir Al-Qur’an, Cabang Fahm Al-Qur’an, Cabang Syarh Al-Qur’an, Cabang Khath/Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Cabang Hapalan Hadist Nabi.

Peserta dari Kab. Barito Kuala yang keluar sebagai juara diantaranya, pada cabang Tilawah Al-Qur’an ada Nur Isma sebagai Qari’ah Harapan II Gol. Dewasa, Misbah sebagai Qari’ah harapan II Gol. Qira’at Mujawwad, Ahmad Baihaqi sebagai Qari harapan III Gol. Qira’at Murottal Remaja.

Pada cabang Hifzhil Qur’an ada M. Zainal Akli sebagai Hafizh harapan III Gol. Hifzhil Qur’an, Muhammad Abdul Hay sebagai Hafizh Harapan III Gol. 5 Juz dan Tilawah, Izka Izzati sebagai Hafizhah Terbaik II Gol. 5 Juz dan Tilawah, Ziadatul Husna sebagai Hafizhah Terbaik III Gol. 10 Juz, Siti Aisyah sebagai Hafizhah Terbaik III Gol. 20 Juz, Saifullah sebagai Hafizh Harapan I Gol. 30 Juz.

Cabang Fahmil Qur’an ada Khasiarrahman, M. Albaidawi, M. Kahfi sebagai Regu Harapan Putera I, Hairatu Saleha, Nurhaliza, Siti Jama’ah sebagai Regu Harapan Puteri. Cabang Syarhil Qur’an, M. Fadilah, M. Syairaji, M. Ridho sebagai Regu Harapan Putera II.

Cabang Khath Al-Qur’an, Zainurrahman sebagai Khaththath Terbaik I Gol. Naskah, Hidayatus Sa’adah sebagai Khaththathah Harapan I Gl. Naskah, Halidi sebagai Khaththath Terbaik II Gol. Hiasan Mushaf, Raudal Jannah sebagai Khaththathah Terbaik II Gol. Hiasan Mushaf, Sam’ani sebagai Khaththath Terbaik III Gol. Dekorasi, Selvia Yulianti sebagai Khaththathah Harapan III Gol. Dekorasi, Mahyudi sebagai Khaththath Harapan II Gol. Kontemporer Hasil kejuaraan pada MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021 yang di laksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu dipersiapkan untuk mewakili kafilah Provinsi Kalimantan Selatan dengan cabang tertentu pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Nasional XXVI tahun 2021 dan akan dilakukan Pembinaan / Pelatihan secara insentif (Juara 1, 2 dan 3) dalam rangka mewakili Kalimantan Selatan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX Tahun 2022 di Banjarmasin.

berita-image
ikp
Senin, 05 April 2021
Launching Aplikasi Rumah Data Batola

Bupati barito kuala Hj. Noormiliyani melaunching aplikasi Rumah Data Batola secara virtual melalui ruang kerjanya, Selasa(23/03/2021). Aplikasi ini berkaitan dengan ketersediaan data dan informasi yang pengelolaanya terbentuk dalam satu forum yakni Forum Satu Data dan Informasi Pembangunan Daerah Tahun 2021.

Peresmian aplikasi Rumah Data Batola dilakukan di ruang media center Dinas Komunikasi dan Informatika. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, Pj Sekda H Abdul Manaf, Kepala Bapelitbang, Kadiskominfo, Kadistan, Kadiskes, Kadisdik, Kadis PUPR, dan BPS.

Acara launching aplikasi Rumah Data Batola diawali dengan pemutaran video selayang pandang Rumah Data Batola dan laporan dari Kadiskominfo Akhmad wahyuni selaku wali data kabupaten dan sambutan Kabappelitbang H Zulkifli Yadi Noor selaku koordinator forum satu data dan informasi pembangunan daerah.

Kadis Kominfo Akhmad Wahyuni menyatakan dengan adanya Rumah Data Batola diharapkan dimanapun kita berada kita bisa mengakses atau mencari data yang kita perlukan, semua data dapat tersedia disana dengan bantuan dan kerjasama dari semua SKPD untuk merubah atau memperbaiki datanya setiap saat.

“Perbedaan Rumah Data Batola dengan data yg diberikan oleh statistik tentunya kalau data dari statistik sudah seluruh Indonesia sama, bedanya dengan Rumah Data Batola adalah karena Rumah Data Batola menyajikan sesuai dengan improvisasi dan kebutuhan daerah, dengan menambahkan data yang tidak ada pada data statistik.” Jelasnya.

Sampai saat ini 65 persen data data SKPD sudah terisi . Kedepannya Rumah Data Batola ini akan dijadikan satu aplikasi lagi untuk mendukung semua aplikasi yang ada dibatola yang  sedang dikerjakan yaitu Batola Single Service.

Kepala Bapelitbang Zulkifli Yadi Noor menyatakan yang penting dalam keberadaan aplikasi ini terkait bagaimana kebutuhan data dalam rangka melaksanakan pembangunan dan evaluasi sehingga proses perencanaan akan lebih comfortable dan bisa dipertanggungjawabkan.

Zulkifli juga mengatakan bahwa ini semua tentunya membutuhkan keterlibatan semua pihak. “kami berharap nantinya data-data yang ada terhimpun mencakup seluruh indikator termasuk IPM, MDGs, Standar Pelayanan Minimal, SPM kesehatan, pendidikan, sehingga begitu memerlukan evaluasi datanya bias diakses di rumah data batola,” katanya.

Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani mengatakan dengan adanya aplikasi Rumah Data Batola ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Karena Pemkab Batola terus berupaya mendorong keterbukaan informasi publik dan kemudahan akses data bagi siapa saja.

Sesuai dengan tema RKPD yakni “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Menuju Kesetaraan”. Ia berharap pelayanan publik benar-benar dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat Barito Kuala, sehingga masyarakat bisa ikut serta dalam mengawal kebijakan dan pembangunan Kab. Barito kuala.

“Kita harapkan aplikasi rumah data batola ini dapat diaskses dengan mudah dan bebas oleh siapa saja. Serta mampu menyediakan data- data yang akurat, terbuka, terintegrasi, dan bisa dibagi pakaikan kepada siapa saja. Yang tentu saja sejalan dengan misi pemerintah kab. Batola yaitu “Memantapkan Tata Kelola Pemerintah Yang Terbuka dan Melayani”. Juga diharapkan kab. Batola bisa menjadi salah satu kabupaten digital di Provinsi Kalsel berdasarkan data dan teknologi,” paparnya.

Peluncuran aplikasi Rumah Data Batola ditandai dengan uji coba aplikasi dan pembukaan data-data seluruh SKPD yang telah masuk dalam aplikasi Rumah Data Batola.

berita-image
ikp
Kamis, 18 Februari 2021
Maksimalkan Pemberantasan, BNNK Gandeng Insan Media

Indonesia merupakan pasar paling strategis dari seluruh pasar narkoba di dunia. Selain itu, harga narkoba di Bumi Nusantara ini terbilang tinggi. Dan yang tak kalah penting, di Indonesia sangat banyak jalan-jalan tikus sebagai pintu masuk para pengedar narkoba.

Demikian diakui Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Barito Kuala (BNNK Batola), AKBP Agus Wijanarko, pada Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media dalam Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba, di Aula Pendopo Bahalap Marabahan, Rabu (17/02/2021).

Kegiatan ini juga menghadirkan para pemateri, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Batola, Akhmad Wahyuni, dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopimda) Sekretariat Daerah (Setda) Batola, Hery Sasmita.

Acara yang berlangsung di Aula Pendopo Bahalap Kantor Bupati Batola ini juga dihadiri belasan wartawan dari berbagai media yang ada di Batola untuk menyerap dan menjadikan ajang ini sebagai momentum sharring terkait penanggulangan dan pemberantasan narkoba di Bumi Ije Jela.

Dalam sambutannya, Agus Wijanarko mengungkapkan penanggulangan maraknya penyalahgunaan narkoba BNNK tidak akan bisa berjalan lancar tanpa kerjasama. Selama ini, katanya, banyak upaya yang sudah dilakukan BNNK Batola dalam membebaskan Bumi Ije Jela dari ancaman narkoba, termasuk dengan kalangan pers.

Untuk itu iya mengajak insan media turut berpartisipasi menekan peredaran maupun pencegahan melalui informasi yang akurat dan efektif. Dengan harapan, melalui pemberitaan, masyarakat umum mempunyai kesempatan seluas-luasnya memperoleh informasi dan pengetahuan terhadap bahaya narkoba sehingga turut berperan membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Ia mengutarakan, telah melakukan pemetaan terhadap daerah rawan di Batola. Mengingat sebagian daerah yang berada di perbatasan tergolong cukup rawan salah satunya yaitu wilayah Kecamatan Alalak.

Sementara tu, Kadiskominto Batola, Akhmad Wahyuni berharap insan media dalam menjalankan perannya harus menjunjung kemerdekaan pers. Dalam makalah berjudul Peran Media Massa Dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba di Kabupaten Barito Kuala, lelaki yang akrap disapa pak Wawah itu menyatakan, pers harus menyampaikan informasi kepada publik secara jujur dan berimbang.

Yang tak kalah penting, tambahnya, insan media di Batola dalam menjalankan fungsi dan peran harus bebas dari tekanan kapitalisme dan politik. Kendati pers juga dalam menjalankan fungsi dan perannya wajib mentaati kode etik jurnalistik.

Lelaki yang pernah menjabat Kabag Humas Pemkab Batola itu menyatakan, pers memiliki sifat sebagai penyambung lidah masyarakat, dan bukan untuk mengadu domba. Mengingat sebutnya, pers merupakan suara rakyat berdasarkan prinsip keadilan dan supremasi hukum.

Sementara, Kabag Prokopimda Hery Sasmita mengatakan, peranserta media massa dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tergolong cukup strategis.

Hery Sasmita sendiri juga memberikan saran mengenai pentingnya mengkampanyekan upaya untuk menghindari narkoba. Ia menilai, BNNK atau instansi terkait penting kiranya menggaet Infuelencer untuk turut mengkampanyekan bahaya narkoba, termasuk di Batola. Dengan besarnya pengikut Influencer, sebutnya, maka informasi yang dikampanyekan jauh lebih besar pula diketahui masyarakat.

Dalam kegiatan workshop yang berlangsung juga diadakan sesi diskusi mengenai program BNNK Batola, seperti pemetaan sebaran penggunaan dan peredaran narkotika di Kota Bahalap ini. Gambaran ini dianggap penting mengingat Batola merupakan daerah yang banyak dilewati transportasi dan berbatasan langsung dengan kota Banjarmasin.

berita-image
ikp
Selasa, 02 Maret 2021
Pj Sekda Batola Ikuti Rapat Evaluasi PPKM

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Rapat Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama sejumlah kabupaten/kota se-Kalsel, Senin (09/02/2021).

Rapat evaluasi yang digelar melalui video conference (vicon) yang dipimpin Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, beserta Forkopimda Provinsi Kalsel/mewakili ini juga diikuti Pj Sekdakab Barito Kuala (Batola) H Abdul Manaf dan jajaran di Ruang Media Center Diskominfo Batola.

Dari rapat terungkap pembahasan penerapan PPKM sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM dalam upaya menekan peningkatan kasus Covid-19.

Rapat evaluasi dimulai dengan penjabaran terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Kalsel dari pakar ahli. Dikatakan, meningkatnya kasus Covid-19 di Kalsel dipicu adanya musibah banjir di beberapa daerah yang membuat banyak warga berkumpul dalam upaya penyelamatan, penanggulangan, hingga ke pengungsian.

Terkait itu, Pemprov Kalsel kini menerapkan kebijakan PPKM yang juga diberlakukan terhadap di 13 kabupaten/kota se-Kalsel. Menurut Pj Sekdaprov, Roy Rizali Anwar, berdasarkan hasil koordinasi Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel PPKM kini fokus untuk mengantisipasi lonjakan yang belakangan meningkat.

berita-image
ikp
Rabu, 06 Januari 2021
Jadikan Momentum untuk Evaluasi Capaian

Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyelenggarakan Resepsi Peringatan Hari Jadi (Harjad) yang ke-61 di Gedung Serba Guna Marabahan, Selasa (05/01/2021). Kendati dalam situasi pandemi Covid-19, puncak perayaan dengan menerapkan protokol kesehatan ini terkesan cukup semarak.

Acara yang langsung dihadiri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor beserta isteri Hj Raudhatul Jannah, para anggota DPR dan DPD RI, para anggota DPRD provinsi, jajaran forkopimda, para pimpinan SKPD provinsi, serta para bupati/walikota atau yang mewakili beserta isteri ini menyuguhkan beberapa persembahan seperti Mars Bergerak, Mars Selidah, persembahan Tari Batuyang serta Hymne Bakumpai Pusaka Negeri.

Didampingi Wakil Bupati H Rahmadian Noor dan isteri Hj Saraswati Dwi Putranti, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan isteri Hj Raudhatul Jannah diterima dengan tari penyambutan Mahelat Lebo. Penampilan tarian yang pernah mendapat penghargaan terbaik tingkat nasional ini tampak mengundang kagum gubernur dan isteri beserta hadirin yang menyaksikan.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan ucapan selamat hari jadi kepada jajaran pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Barito Kuala. “Semoga peringatan ini menjadi momentum untuk mensyukuri serta menghayati perjalanan panjang yang telah ditempuh menuju kabupaten mandiri, sejahtera, dan maju,” katanya.

Memasuki awal tahun 2021 yang penuh tantangan dan dinamika, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih melanda, gubernur mengingatkan, agar terus menjadi perhatian bersama. Mengingat masih banyak pekerjaan yang perlu dikerjakan untuk mewujudkan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan masyarakat.

Terkait peringatan hari jadi, gubernur mengatakan, sepanjang perjalanan Barito Kuala hingga usia 61 tahun memiliki dinamika dan tantangan tersendiri dalam menjalankan proses pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat. Dalam konteks ini, sebutnya, Pemprov Kalsel sangat mengapresiasi komitmen Pemkab Batola dalam mengupayakan peranserta masyarakat di setiap aspek pembangunan termasuk peningkatan kualitas di bidang pelayanan publik.

“Mari jadikan momentum peringatan ini sebagai refleksi mengukur dan mengevaluasi seluruh capaian pembangunan sekaligus menyelaraskan agenda kebijakan baik dengan yang diprogramkan provinsi maupun pusat,” ajak gubernur yang akrap disapa Paman Birin itu.

Sebelumnya, Wakil Bupati H Rahmadian Noor dalam sambutan tertulis Bupati Hj Noormiliyani AS di hadapan gubernur dan para hadirin menyampaikan progres capaian kinerja sepanjang tahun 2020 yang boleh dibilang merupakan tahun yang penuh dinamika karena sejak Maret dilanda wabah Covid-19 yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat terutama bidang ekonomi.

Kendati terjadi pengurangan dana transfer dari Pemerintah Pusat, sebutnya, untuk pelaksanaan Batola masih bisa mengalokasikan anggaran untuk program dan kegiatan prioritas seperti program kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur khususnya Program Kutabamara, Bedah Kampung Terintegrasi (BKT), Jejangkit Ecopark, serta program-program prioritas lainnya.

Selain itu juga terdapat beberapa kegiatan strategis yang menjadi kinerja pemkab dalam rangka menjalankan Visi Misi Membangun Desa dan Menata Kota terutama terkait perkembangan (Progres) Program Bedah Kampung Terintegrasi, perkembangan Pembangunan wilayah Kutabamara, perkembangan pembangunan wilayah dalam rangka Menata Kota, serta perkembangan pembangunan Jejangkit Ecopark.

Disebutkan pula, kinerja pemerintahan tahun 2020 Batola yang menyangkut capaian pengelolaan keuangan daerah dengan kualifikasi WTP, kinerja fasilitasi dan pembangunan manajemen pemerintahan desa serta esensi pemerintahan berupa optimalisasi pelayanan kepada masyarakat sehingga tahun 2021 ditetapkan sebagai Tahun Pelayanan Publik sesuai tema RKPD “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Menuju Kesetaraan.”

Pada tahun 2021 ini juga ditetapkan program Permata Bunda (Pemberian Makanan Tambahan untuk Ibu dan Anak mulai masa kehamilan sampai melahirkan) sebagai program prioritas. Puncak Peringatan Hari Jadi ke-61 Batola ini juga dirangkai sejumlah penyerahan dan bantuan secara simbolis di antaranya bangunan shelter alat insinerator, alat inkobator limbah medis B3, forklift, mobil box, dan kendaraan roda 3 sebanyak 5 buah, penyerahan ambulance untuk RSUD Setara, penyerahan ambulance untuk Puskesmas Kecamatan Wanaraya, Barambai, Tabunganen, Anjir Muara, dan Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak.

Selain itu juga diserahkan piagam penghargaan kepada Kades Asia Baru dan Patih Salera yang terpilih selama 3 periode, penyerahan penghargaan kepada Desa Karya Maju, Sawahan, Jejangkit Timur, Andaman, Barambai Kolam Kiri sebagai desa paling cepat pelunasan PBB-P2, serta penyerahan penghargaan kepada Desa Hilir Mesjid dan Barambai Kolam Kiri sebagai desa/kelurahan paling besar pelunasan PBB-P2.

berita-image
ikp
Selasa, 05 Januari 2021
SKPD Dituntut Berinovasi dan Lakukan Terobosan

* 170 Pejabat Dilantik, 1 Unit Kerja Bertambah

Menjelang tahun 2021 Bupati Hj Noormiliyani AS melantik dan mengambil sumpah para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (30/12/2020).

Terdapat 170 pejabat yang dilantik dan dimutasi mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel dalam acara yang digelar di Gedung Serba Guna Marabahan ini. Mereka terdiri 8 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 43 Pejabat Administrator (Eselon III), 2 camat, 3 Pejabat Fungsional, 112 Pejabat Pengawas (Eselon IV), dan 2 Kepala UPT Puskesmas.

Khusus 8 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Muhammad Anthony S.Sos sebagai Asisten Administrasi Umum, Drs H Akhmad Mawarni MPd sebagai Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (Bapegdiklat), H Ismed Zulfikar SH sebagai Inspektur Kabupaten Batola, Suyod Sugiono SIP sebagai Staf Ahli Pemerintahan, Rusmadi SSos MA sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Wahyudie SH MH yang sebelumnya Kabag Hukum Setda Batola menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan sedangkan jabatan lamanya diisi Bilham SH, Mochammad Azis SSos sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan Siti Aminah SAP sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip).

Untuk 2 camat baru yang dilantik masing-masing Camat Jejangkit diisi Mukti Wahono SSTP dan Camat Mandastana diisi Akhmad Husaini SE. Sementara 2 jabatan Kepala UPT Puskesmas masing-masing diisi Amir Husin SE MPH sebagai Kepala UPT Puskesmas Anjir Pasar dan dr Mardiati sebagai Kepala UPT Puskesmas Barambai.

Pelantikan sekaligus dalam rangka implementasi Permendagri Nomor 56 Tahun 2019 dan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2020 tentang SOTK Setda ini juga berisi pengangkatan pejabat unit kerja baru di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Batola yakni Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Kabag Adpem) yang diisi Dodi Wahyu Prabowo SE.

Selain itu juga terdapat perubahan nomenklatur pada unit kerja Bagian Humas dan Protokol (Humpro) Setda yang semula disebut Bagian Humpro berisi 3 Subbag yakni Subbag Pemberitaan dan Dokumentasi, Subbag Komunikasi Pimpinan dan Subbag Protokol menjadi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) dengan diisi 3 Subbag yakni Subbag Protokol diisi Aulia Rosyadi SSTP, Subbag Dokumentasi Pimpinan diisi Muhammad Didik Kaharudin SIP MIP, dan Subbag Komunikasi Pimpinan diisi Widya Astuty SSos.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menyatakan, banyak hal yang harus ditingkatkan, diperbaiki, dan dikoordinasikan pada tahun 2021, terutama terkait perbaikan di bidang pelayanan publik. Untuk itu ia berharap, para pimpinan SKPD beserta jajaran dapat melakukan inovasi dan terobosan baru dalam melakukan formulasi terbaik. “Saya berkeinginan pelayanan publik nantinya yang terbaik bagi masyarakat. Karenanya pelayanan yang dilakukan bukan hanya menambah atau memperbaiki yang ada tapi juga berusaha untuk menyempurnakan,” paparnya.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu memberi contoh, menyangkut data penduduk miskin Batola agar jangan sampai lagi ada keluhan yang menyatakan banyaknya warga tak mendapatkan bantuan lantaran hanya mis data.Ia juga berharap para camat agar selalu berkoordinasi menjadi fasilitator, komunikator, dan menjalin hubungan yang baik kepada para kades agar data masyarakat menjadi sinkron dan harmonis. “Jangan sampai di tahun pelayanan publik ada berita-berita banyaknya masyarakat miskin yang tidak mendapatkan bantuan,” tekan bupati.

Ia juga menekankan tahun 2021 yang merupakan tahun pelayanan publik jangan hanya berupa slogan, tapi merupakan wujud perbaikan nyata bagi masyarakat. Terlebih saat ini Batola sudah mempunyai Satgas Pelayanan Publik yang diketuai langsung Wakil Bupati H Rahmadian Noor. Ia menyarankan, bagi para SKPD jika terdapat hal-hal atau permasalahan terkait pelayanan publik hendaknya bisa mengomunikasikan dengan Wakil Bupati.

Menanggapi itu, Wabup H Rahmadian Noor menyatakan, Tim Satgas Pelayanan Publik nantinya akan memberikan rekomendasi kepada para SKPD yang sudah mendapat kunjungan dalam upaya pembenahan, perbaikan, peningkatan dan lainnya. Nantinya rekomendasi yang diberikan, lanjut wabup, akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan supaya yang menjadi keinginan pemkab terkait peningkatan kualitas pelayanan publik bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya.

berita-image
ikp
Senin, 30 November 2020
Noormiliyani Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 memberi makna tersendiri bagi Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS. Pasalnya di puncak peringatan yang digelar secara virtual, Sabtu (28/11/2020), ia mendapatkan anugerah Dwija Praja Nugraha.

Penghargaan diberikan kepada kepala daerah satu-satunya di Kalsel ini karena dinilai memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru serta PGRI. Selain itu anugerah juga berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi yang dilakukan Pengurus Besar PGRI serta usulan dari Pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kabupaten Barito Kuala.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan terutama bagi PGRI Batola dan Provinsi yang telah mengusulkan sehingga tahun 2020 ini kita juga mendapatkan kesempatan,” ucapnya usai mengikuti upacara secara virtual di ruang Monitoring Center Setara Network, Diskominfo Batola.

Noormiliyani mengharapkan, anugerah yang diraih di samping semakin membawa kebaikan terhadap dunia pendidikan serta lebih memotivasi para pengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga buat guru-guru pengajar terutama yang berada di daerah terpencil,” paparnya sembari mengharapkan kesadaran para pengajar bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola, Sumarji menyatakan, terlepas adanya usulan PGRI Batola dan Provinsi Kalsel, penghargaan yang diberikan kepada Bupati Hj Noormiliyani AS sangat layak karena memiliki kepedulian terhadap kompentensi dan kesejahteraan guru. Karena itu, sebutnya, selaku masyarakat Barito Kuala sudah sepatutnya bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Dwija Praja Nugraha yang satu-satunya diterima kepala daerah di Kalsel.

Ketua PGRI Batola Rusmin menerangkan, anugerah Dwipa Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah tidak terlepas dari berbagai ketentuan indikator seperti tingginya komitmen dan perhatian yang diberikan terhadap kemajuan dunia pendidikan. Bentuk perhatian tersebut seperti memberikan semacam layanan, bantuan, serta kebutuhan anggaran yang cukup banyak.

Di samping juga peduli terhadap kesejahteraan guru terutama yang non PNS, termasuk fasilitas yang diperlukan.“Terkait fasilitas ini di Batola kita ada mendapatkan hibah gedung, tanah PGRI, rencana diberikannya mobil operasional PGRI, dan lain-lain,” katanya.

Terkait prosedur pemberian penghargaan, Ketua PGRI Batola itu menerangkan, awalnya PB PGRI Provinsi menawarkan ke setiap daerah. Setelah itu dilakukan seleksi dan penyaringan untuk diambil yang paling memenuhi standar ketentuan sehingga terpilihlah Kabupaten Batola. Ia mengatakan, berdasarkan ketentuan provinsi hanya diperbolehnya menyampaikan satu usulan daerah perwakilan ke PB PGRI Pusat. Sedangkan bagi Provinsi Kalsel diwakili Batola.

berita-image
ikp
Kamis, 26 November 2020
Satgas Pelayanan Benahi RSUD Setara agar Setara RSUD Abdul Aziz

Satgas Pelayanan Publik Kabupaten Barito Kuala (Batola) meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setara yang berada di Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak, Rabu (25/11/2020).

Kunjungan di rumah sakit kedua milik Pemkab Batola itu dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Batola H Rahmadian Noor selaku Ketua Satgas, Pj Sekda H Abdul Manaf selaku Sekretaris Satgas, dan beberapa anggota seperti Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony, Kepala Bappelitbang Zulkifli Yadi Noor, Kepala Diskominfo Akhmad Wahyuni, Kepala Inspektorat Ismed Zulfikar, Kabag Organisasi Ibadurrahman, dan lainnya.

Wabup H Rahmadian Noor menerangkan, kedatangan tim ini bukanlah mencari kesalahan di RSUD Setara, melainkan memberikan evaluasi dan masukan terhadap adanya kekurangan yang bisa diselesaikan bersama. “Kita di sini dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik di Batola,” ucap wabup yang akrab disapa Rahmadi ini.

Rahmadi menyampaikan hal ini sesuai dengan harapan Bupati Hj Noormiliyani AS bahwa tahun 2021 menjadi tahun pelayanan publik di Batola. Karena itulah RSUD Setara yang dinilai strategis ini akan dilakukan upaya pembenahan baik dari sisi sarana prasarana maupun tenaga medis yang setidaknya mampu memberikan pelayanan sesuai standar kepada masyarakat.

Sebelumnya, Rahmadi menyampaikan kondisi geografis Batola yang memanjang menjadikan adanya dua rumah sakit di masing-masing wilayah utara dan selatan menjadi hal yang penting untuk dimiliki. Hal senada disampaikan Pj Sekda Batola Abdul Manaf yang menyatakan peta geografis Batola memang mengharuskan adanya dua rumah sakit baik itu di utara maupun selatan. “Hal ini penting agar seluruh masyarakat Batola dapat menerima pelayanan kesehatan yang sama,” jelasnya.

berita-image
ikp
Selasa, 24 November 2020
Tawarkan Aplikasi Berbasis WebTim PKM ULM Audensi ke Bupati Batola

Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS menyambut kedatangan Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) Prodi (Program Studi) Ilmu Pemerintahan FISIP ULM, Senin (23/11) di Marabahan.Didampingi Plt Kepala Dinas PMD Batola M Anthony, Sekretaris Diskominfo Ichwan Hakim, dan Camat Jejangkit M Mujiburrahman, bupati mengapresiasi apa yang telah dilakukan civitas akademika FISIP Unlam.

Sebelumnya, pada tanggal 7 November 2020 lalu, Prodi Ilmu Pemerintahan bekerja sama dengan penyedia jasa aplikasi PT Creative Transportation Indonesia membuat aplikasi berbasis web untuk Desa Jejangkit Muara. Ada dua hal yang menjadi fokus aplikasi, terkait pelayanan publik dan pendataan pemilih berbasis digital.”Saya mengapresiasi terobosan yang dilakukan Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP ULM dalam pengabdian kepada masyarakat di Jejangkit. Dukungan dari kalangan intelektual ini kami harapkan untuk kemajuan Batola. Semoga ke depan kita bisa bekerja sama,” ucapnya.

Kendati menyatakan demikian, Noormiliyani juga mengharapkan aplikasi yang tersaji yang bersifat terintegrasi yang bisa menghimpun segala data baik terkait kebutuhan SKPD maupun potensi yang dimiliki daerah hingga ke tingkat desa.“Jadi untuk rancangannya silakan dulu berkoordinasi dengan Diskominfo yang menjadi leading sektor. Nanti finalnya baru di sampaikan kepada saya,” ucapnya.

Dengan adanya kegiatan di Jejangkit, Noormiliyani mengaku semakin termotivasi untuk mewujudkan pembangunan desa berbasis digital di seluruh kabupaten. Sehingga pelayanan publik menjadi semakin mudah, efisien dan efektif.

Pertemuan bupati dengan Ketua Pengabdian Masyarakat Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP ULM Arif Rahman Hakim, sekretaris Farah Qubayla dan anggota Najeri Al Syahrin ini juga diwarnai diskusi hangat. Kedua pihak saling berbagi informasi dan rencana yang akan dilakukan.

Arif Rahman Hakim mengungkapkan saat diskusi dengan bupati meminta saran untuk nama aplikasi yang digunakan. “Alhamdulillah, ibu bupati memberi nama Setara untuk aplikasi itu,” pungkasnya. Arif menambahkan, tujuan digelarnya audensi untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi berbasis web dalam pelayanan publik termasuk pendataan pemilih yang seiring dengan program pemerintah yaitu Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Melalui sistem yang diterapkan, lanjut mantan wartawan radar banjarmasin itu, akan bisa memberikan pelayanan mudah, murah dan cepat. Sehingga akan memudahkan masyarakat dalam melakukan segala urusan administrasi dan perizinan yang semuanya bisa terintegrasi dalam aplikasi ini.

berita-image
ikp
Senin, 19 Oktober 2020
Awali Pembenahan, Satgas Batola Awali Monev di Disdik

Sehari usai melakukan audensi di Ombudsman Perwakilan Kalsel, Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan Publik Kabupaten Barito Kuala (Batola) langsung bergerak mendatangi SKPD untuk melakukan evaluasi terkait pelaksanaan pelayanan publik. SKPD pertama yang disasar Dinas Pendidikan (Disdik) Batola, Jumat (16/10/2020).

“Tahun 2021 Pemkab Barito Kuala sesuai rencana kerja telah dicanangkan sebagai tahun pelayanan publik. Untuk mendukung tercapainya rencana itu Satgas yang telah dibentuk April 2019 mencoba melakukan evaluasi terutama SKPD-SKPD pelayanan guna dilakukan perbaikan, penataan, dan penyempurnaan,” papar Wakil Bupati Barito Kuala H Rahmadian Noor.

Wabup selaku Ketua Satgas Pelayanan Publik Batola ini menerangkan, kedatangan tim yang dilengkapi beberapa anggota seperti Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Pemerintahan Suyud Sugiono, Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony, Kepala Diskominfo Akhmad Wahyuni, Kabag Organisasi Ibadurrahman, dan lainnya di disdik ini merupakan SKPD pertama yang mendapat kunjungan.

Rahmadi menambahkan, dalam kunjungan kali ini karena baru berjalan maka tim masih dalam tahap menggali data-data serta menyerap informasi terhadap sistem layanan yang sudah diterapkan mulai dari SOP, standar minimal layanan, ketersediaan guru, ketersediaan sarana prasarana, upaya peningkatan capaian rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, sertta lainnya yang muaranya mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta pengaruhnya terhadap peningkatan IPM.

“Pada tahun 2022 kita ada target IPM sekitar 66,87 atau dalam kategori sedang. Untuk penilaian itu salah satu unsur berada di SKPD Disdik,” ucap wabup. Inilah, lanjutnya, salah satunya yang ingin diketahui dari disdik terkait langkah-langkah serta rumusan kebijakan dalam upaya mengejar target tersebut.

Kepala Disdik Batola, Sumarji memaparkan berbagai materi di hadapan tim mulai upaya peningkatan capaian rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, ketersediaan dan distribusi tenaga pendidik di setiap sekolah. Selain itu juga dipaparkan menyangkut peningkatan kompetensi tenaga pendidik, tingkat disiplin tenaga pendidik, ketersediaan dan pemerataan sarana prasarana pendidikan, hingga permasalahan dan langkah-langkah perbaikan yang sudah dan akan dilaksanakan dalam meningkatkan kualitas dalam pendidikan.

Dari hasil paparan yang disampaikan, salah satu yang menjadi perhatian terkait distribusi tenaga pendidik baik di sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).Meski Batola kekurangan 177 guru SD juga terdapat kelebihan 77 guru yang disebabkan klasifikasi pendidikan. Sementara SMP kekurangan mencapai 179 orang tetapi kelebihan 65 orang. Di sisi lain, belum semua tenaga pengajar berstatus PNS. Dari 2.273 tenaga pendidik SD, 628 di antaranya merupakan guru tidak tetap. Sementara di SMP, 137 di antaranya adalah guru tidak tetap dari total 677 guru.

Selain ketersediaan dan distribusi tenaga pengajar, persoalan lain yang menjadi perhatian Satgas Pelayanan Publik adalah upaya peningkatan harapan lama sekolah, kedisiplinan tenaga pendidik, dan ketersediaan sarana pendidikan.Direncanakan setelah Dinas Pendidikan, satuan kerja berikutnya yang disasar adalah Dinas Kesehatan. Terdapat persoalan krusial, mengingat sejumlah pelayanan publik sempat dikurangi akibat Covid-19.

berita-image
ikp
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim KIE Kabupaten Apresiasi Tingginya Tingkat Kesadaran Warga Pasar Bantuil

Jum’at (09-10-2020) pagi, Tim KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Kabupaten Barito Kuala yang terdiri dari unsur Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, BPBD, Salpol-PP, dan Kabag. Humas (Hery Sasmita) selaku Koordinator melanjutkan rangkaian kegiatan sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Virus Pandemi Covid-19 di Kecamatan Cerbon.

Di dampingi Camat Cerbon, Hasbian Noor, Forkopimcam, dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan setempat, Tim KIE Kabupaten menyusuri Pasar Bantuil untuk melakukan aksi sosialisasi melalui penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan cara pencegahannya.

Dengan menggunakan pengeras suara, TIM KIE mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan sesuai Peraturan Bupati No. 54 tahun 2020 serta ancaman sanksi bagi pelanggarnya.  Selain itu, Tim KIE juga melakukan komunikasi dua arah baik kepada pedagang maupun pembeli untuk menjelaskan tentang protokol kesehatan, sekaligus membagikan leaflet sosialisasi Perbup. 54/2020, dan pemberian masker bagi beberapa warga yang kedapatan belum menggunakan masker atau tidak mengenakan masker sesuai standar kesehatan.

Dari hasil pengamatan langsung di Pasar Bantuil ini, Tim KIE menyimpulkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, utamanya dalam mengenakan masker dinilai sudah tinggi, yaitu sekitar 98 persen. Hal ini dapat dilihat dari hanya beberapa warga, baik pedagang maupun pembeli yang tidak menggunakan masker sesuai standar kesehatan atau tidak mengenakan masker secara tepat.

Sependapat dengan penilaian Tim KIE tersebut, Hasbian Noor, Camat Cerbon menjelaskan bahwa tingginya kesadaran warga tersebut tak lepas dari Koordinasi dan kerjasama yang baik antar Forkopimcam Cerbon dan upaya konsisten dari Tim Gugus Tugas Kecamatan setempat untuk secara persuasif memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan cara mengurangi kemungkinan penularannya dengan menjalankan protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau disinfektan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang tidak perlu, serta selalu mengenakan masker yang sesuai dengan standar kesehatan.

Melihat fakta menggembirakan ini, Tim KIE Kabupaten mengapresiasi tingginya tingkat kesadaran warga di Pasar Bantuil dalam mematuhi protokol kesehatan sesuai Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020. Tim juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas upaya Camat Cerbon, Forkopimcam, serta Tim Gugus Tugas Kecamatan setempat sehingga mampu menumbuhkan kesadaran warga yang berarti juga meminimalkan kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 di Kabupaten Barito kuala, khususnya di wilayah Kecamatan Cerbon.