Home Publikasi Diskominfo
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jendral Politik dan Pemerintahan Umum, mengadakan Rapat koordinasi tehnis pembinaan kepada Pemerintah daerah terhadap tindaklanjut Inpres No 2 tahun 2020 dan Permendagri Nomor 12 tahun 2019.
Kegiatan yang berlangsung Selasa (21/6/2022) pukul 09.00 WIB – selesai mengagendakan :
- Optimalisasi Pelaksanaan dan System Pelaporan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Precursor Narkotika (P4GN dan PN)
- Pengenalan dan Simulasi Penginputan System Pelaporan P4GN dan PN
berlangsung di Swiss-Bellin Hotel Kemayoran komplek Springhill Jalan Benyamin Sueb Blok D6 Kemayoran Jakarta Utara
Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Kementerian/Lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, BNN Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sementara Pemerintah Daerah yaitu Kepala Badan/Kantor Kesbangpol Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Bertempat di Aula Media Centre Dinas Komunikasi dan Informatika, hadir Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Barito Kuala yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid IKP, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Barito Kuala yang diwakili Kabid Politik Dalam Negeri, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan, Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional bersama Tim Tehnis, sementara BNN Kabupaten Barito Kuala mengikuti kegiatan ini secara daring di kantornya.
Kegiatan Rapat koordinasi Percepatan Realisasi APBD Tahun 2022 untuk mendorong Pemulihan Ekonomi, Pelaksanaan Pembangunan, Peningkatan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat dilaksanakan di Jakarta oleh Kementerian Dalam Negeri.
Dalam suratnya kepada Kepala Daerah (Gubernur dan Bupati) agar menugaskan : Sekretaris Daerah, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatatan, Kadis PU, dan Ka UKPBJ untuk mengikuti Rakor Percepatan Realisasi APBD di Maksud secara daring .
Sesuai dengan undangan, acara zoom meeting kegiatan rakor dimulai pagi Senin (20/6/22) jam 07.30 WIB – selesai. Turut hadir di Aula Media Center Kantor Kominfo Batola : perwakilan dari Dinas Kesehatan, Sekretaris Bappelitbang dan Perwakilan dari BPKAD sementara dari Sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas PU dan UKPBJ mengikutinya dari kantor masing-masing.
Tema yang diangkat pada MTQ Tahun 2022 ini yaitu “Melalui MTQ Nasional ke – 53 Tingkat Kabupaten Barito Kuala, Kita Bangun Generasi Qur’ani dan Masyarakat yang Bermartabat Menuju Batola Setara”.
Acara pembukaan diawali dengan iringan Drum Band Generasi Muda Selidah, konvoi pawai kafilah Kecamatan beserta Camat masing-masing, penyerahan piala bergilir dan penekanan sirine pembukaan MTQ.
Ada 17 Kafilah Kecamatan yang turut mensukseskan konvoi pawai Pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Barito Kuala di Kecamatan Cerbon.
Kafilah Kecamatan Tabunganen mengikutkan 19 peserta terdiri 6 laki-laki dan 13 perempuan.
Kafilah Tamban dengan peserta 25 orang terdiri 6 qari, 10 qariah, dan 9 pendamping.
Kafilah Mekarsari mengikutkan 34 peserta terdiri dari 6 qari, 16 qariah, dan 12 pendamping.
Kafilah Alalak mengikutkan 116 peserta terdiri dari 16 qari, 17 qariah, 15 official, dan 66 pendamping.
Kafilah Anjir Muara mengikutkan 70 peserta terdiri 9 laki-laki dan 11 perempuan, 8 official, dan 42 pendamping.
Kafilah Anjir Pasar mengikutkan 45 peserta terdiri dari peserta laki-laki 17 orang, perempuan orang, dan 10 pendamping.
Kafilah Barambai mengikutkan 75 peserta terdiri dari qari 16, qariah 15, dan pendamping 44 orang.
Kafilah Wanaraya 37 peserta terdiri laki-laki 8 orang dan perempuan 19 orang.
Kafilah Jejangkit 19 orang terdiri dari laki-laki 9 orang, perempuan 6 orang, dan pendamping 4 orang.
Kafilah Mandastana 32 orang terdiri peserta laki-laki 10 orang, peserta perempuan 12 orang, dan pendamping 10 orang.
Kafilah Belawang 65 orang terdiri 13 peserta laki-laki, 6 peserta perempuan, dan pendamping 46 orang.
Kafilah Rantau Badauh 58 orang terdiri peserta laki-laki 18 orang, perempuan 19 orang, dan pendamping 21 orang.
Peserta yang paling banyak mengikut peserta adalah Kafilah Kecamatan Bakumpai yang berjumlah 134 orang terdiri dari peserta laki-laki 13 orang, peserta perempuan 13 orang, pendamping 8 orang, panitia dan official 100 orang.
Kafilah Marabahan 99 orang terdiri peserta laki-laki 15 orang, peserta perempuan 15 orang, pendamping 9 orang, dan penggiring 60 orang.
Kafilah Tabukan mengikutkan peserta 14 orang terdiri dari laki-laki 8 orang dan perempuan 6 orang.
Kafilah Kuripan mengikutkan 15 orang terdiri dari laki-laki 6 orang dan perempuan 9 orang.
Kafilah Cerbon mengikutkan 28 peserta terdiri dari laki-laki 12 orang dan perempuan 16 orang.
“Pawai ta’ruf ini juga merupakan rangkaian kegiatan pembukaan MTQ ke-53 Tahun 2022 tingkat Batola yang juga akan mendapat penilaian,” ujar Ketua Majelis Juri Pawai Ta’aruf H Mi’in.
Bagi pemenang akan diberikan hadiah dengan sisi penilaian baik berupa kerapian, keserasian, kekompakan, atribut, kostum, hingga jumlah peserta, tambahnya.
Acara MTQ tingkat Kab. Batola di kecamatan Cerbon berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan 20 Juni malam dan sekaligus acara penutupan MTQ.
Dalam laporan dan sambutan Ketua Umum LPTQ Kab. Barito Kuala Ir. H. Zulkifli Yadi Noor, M. Sc. menyampaikan telah melaksanakan verifikasi peserta pada tanggal 13 dan 14 Juni 2022 di Marabahan, agar setiap peserta yang akan mengikuti MTQ baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional memenuhi persyaratan administrasi.
Kepada seluruh Kafilah kami ucapkan selamat bermushabaqah, raihlah prestasi terbaik dengan semangat yang tulus dan ikhlas lillahita’ala. Ucap, Ketua LPTQ.
Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS dalam sambutannya membuka MTQ tingkat Kab. Barito Kuala di Kecamatan Cerbon, Jum’at (17/6/22) siang.
Berpesan agar Dewan Hakim MTQ melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya secara profesional dan amanah mengharap ridho Allah SWT semata.
Hj. Noormiliyani AS juga menyampaikan bahwa “Pemerintah Kabupaten Barito Kuala akan terus memberikan perhatian dan komitmen terhadap program dan kegiatan keagamaan, seperti pembinaan santri pondok Al Qur’an, pondok Tahfiz serta kegiatan keagamaan lainnya. Seperti setiap bulannya mendatangkan pendakwah untuk memberikan tausyiah kepada masyarakat dan mendirikan majelis taklim Ummul Khadijah di kecamatan”.
Di akhir sambutan Bupati memberikan Pantun: “Sucikan hati bersihkan diri
Untuk menunaikan panggilan ilahi
Bersama kita bangun generasi Qur’ani
Semoga Barito Kuala selalu diberkahi”.
Penekanan sirine oleh Bupati didampingi oleh ketua LPTQ dan panitia MTQ sebagai tanda sah dibukanya MTQ di Cerbon pada 17 Juni 2022.
Rangkaian Aksi Rembuk Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Barito Kuala yang berlangsung di Aula Selidah, Kamis (16/6/2022) diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa, penyampaian Laporan panitia Pelaksana oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan pengembangan Kabupaten Barito Kuala yang dibacakan oleh Kabid Evaluasi dan Pengendalian Ida Royani, S.AP. Dalam laporannya mengharapkan bahwa kegiatan rembuk stanting yang dihadiri sebanyak 180 orang antara lain : kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Kemenag Barito Kuala, Kepala Kantor BPS Barito Kuala, Kepala Bank Kalsel cabang Barito Kuala dan seluruh Kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemerintah Kab Barito Kuala, Camat, Kepala Puskesmas dan Kepala Desa yang menjadi lokus stunting, Organisasi Wanita, Organisasi Kemasyarakatan dan Unsur Swasta di Kabupaten Barito Kuala agar masing-masing SOPD yang terkait dapat memberikan motivasi, kontribusi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan penurunan stunting di desa lokus yang telah ditetapkan di Kabupaten Barito Kuala.
Paparan dari Sekretaris Daerah Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Barito Kuala mengupas tuntas mulai dari definisi, penyebab, cakupan, hal-hal penting terkait stunting sampai dengan lokus stunting di Kabupaten Barito Kuala, beliau berharap sinergisitas “collaborative efforts” semua elemen baik dari SOPD sampai aparat desa dan masyarakat memahami betul “essensi” dari stunting, sehingga langkah kedepannya menjadi lebih ringan dalam menangani permasalahan stunting ini.
Sementara dalam Sambutannya Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS SH menjelaskan rembuk stunting bersama Tim TPPS kabupaten dan kecamatan serta desa lokus stunting adalah untuk menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Kemudian akan diikuti dengan melakukan 2 intervensi yaitu :
- Intervensi Gizi Spesifik merupakan kegiatan yang langsung mengatasi penyebab terjadinya stunting dan umumnya diberikan oleh sektor kesehatan seperti asupan makanan bergizi salah satunya dengan program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita (permata bunda), pencegahan infeksi, penyakit menular dan kesehatan lingkungan. intervensi gizi spesifik hanya berpengaruh sebanyak 30% untuk penanganan stunting.
- Intervensi Gizi Sensitif (penyebab tidak langsung) tetapi sangat berpengaruh sebanyak 70% untuk penurunan stunting. umumnya penyediaan air minum, sanitasi dan penggunaan jamban sehat, kebersihan lingkungan dan pola asuh anak serta penyiapan kualitas kehidupan berkeluarga bagi calon pengantin.
lebih lanjut kata Hj. Noormiliyani pada tahun 2020 kasus stunting di Barito Kuala sebanyak 16.86% dengan target nasional 24,1%, tahun 2021 sebanyak 14,26% dengan target nasional 21,1%, pada tahun 2022 sebanyak 12,56% dengan target nasional 18,4%. Pentingnya rembuk stunting adalah untuk melakukan intervensi pencegahan dan penurunan stunting bersama-sama antar SOPD penanggung jawab layanan dengan Sektor/Lembaga Non Pemerintah dan masyarakat di mulai dari tingkat kabupaten sampai desa. 30 desa lokus tahun 2022 harus melakukan percepatan penurunan stunting di tingkat desa dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di desa nya masing-masing. Adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara SOPD terkait, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa nantinya diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan-permasalahan di desa dan bersama-sama mencarikan solusi terbaik sehingga mampu menurunkan kasus stunting di desanya. Ingat “Keberhasilan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barito Kuala ini ditentukan dari komitmen dan kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa tutupnya”.
Lantunan suara bacaan talbiyah mengiringi keberangkatan Jemaah Calon Haji Barito Kuala pada Selasa 14 Juni 2022 di Masjid Nurul Anwar Marabahan.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Labbaykallahumma labbayk, labbayka la syarika laka labbayk. Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk. La syarika lak.
Artinya, “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Rasa haru dibarengi dengan tetesan air mata keluarga melepas orang yang mereka kasihi untuk berangkat menunaikan Ibadah Haji Tahun 2022 M/1443 H.
Setelah sempat tertunda keberangkatan jemaah haji akibat pandemi covid 19, Alhamdulillah tahun 2022 ini Pemerintah Indonesia kembali memberangkatkan Jemaah Calon Haji walaupun dengan pembatasan jumlah dan usia.
Acara pelepasan Jemaah Calon Haji Kabupaten Barito Kuala Tahun 2022 M/1443 H langsung dipimpin oleh Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS SH.
Dalam sambutannya, orang nomor satu di Batola ini menyampaikan pesan agar Jemaah Calon Haji Barito Kuala selalu menjaga kesehatan, karena ibadah haji ini adalah ibadah fisik yang membutuhkan kebugaran tubuh serta kesehatan yang baik, jadi harus selalu fit dan prima. Selalu jaga kesehatan, selalu konsumsi makanan dan buah yang cukup serta perbanyak minum air putih, terlebih lagi nanti cuaca dan suhu di tanah suci jauh lebih panas daripada di banua.
Beliau juga berpesan untuk selalu menjaga kebersamaan dan tetap menjaga nama baik daerah kita.
Menutup sambutannya Hj. Noormiliyani berharap agar masyarakat dan kita semua mendoakan Jemaah Calon Haji Barito Kuala khususnya dan Indonesia tahun 2022 selalu diberikan kesehatan, kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat Haji-Hajjah Mabrur-Mabrurah….aamiin
Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at pagi 10 Juni 2022 bertempat di Aula Mufakat Pemda Barito Kuala Marabahan.
Kunjungan TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting ) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh ketua Tim Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhiddin langsung melakukan audiensi dengan Kepala SKPD serta Tim yang menangani percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Barito Kuala dalam menjaring informasi permasalahan stunting dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.
Bupati Barito Kuala yang diwakili oleh Bapak Wakil Bupati H. Rahmadian Noor mengucapkan selamat datang di BUMI IJE JELA kepada Tim TPPS Provinsi Kalimantan Selatan.
Wabub dalam sambutannya menyatakan sebagaimana yang diamanatkan Presiden, bahwa perhatian pemerintah di prioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia dan menegaskan bahwa dua isu kesehatan utama yang berkualitas, yaitu stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional.
Sebagai tindaklanjutnya, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam upaya percepatan penurunan stunting telah membuat pernyataan komitmen yang ditandatangani oleh Bupati Barito Kuala dan Kepala Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta pada tanggal 17 September 2020 lalu.
Kabupaten Barito Kuala dalam upaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting sudah melakukan beberapa kegiatan antara lain :
- Program Permata Bunda, yaitu pemberian makanan tambahan ibu hamil dan anak balita.
Program Permata Bunda merupakan intervensi gizi spesifik dengan memberikan makanan tambahan pada ibu hamil dan anak balita secara langsung, program ini melibatkan pemerintah desa, dinas instansi terkait dan semua kader serta diatur dalam Perbup nomor 96 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan program permata bunda Kabupaten Barito KualaProgram bidang kesehatan seperti : pemberian tablet tambah darah, Imunisasi, pemberian ASI Exlusif, PHBS dan lainnya. - Untuk jangka panjang, Pemkab Barito Kuala juga melaksanakan intervensi gizi spesifik melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal yang layak, akses sanitasi dan air bersih, bantuan sosial dan jaminan kesehatan, serta program pemulihan ekonomi melalui program padat karya yang dikolaborasikan melalui program bedah kampung terintegrasi.
- Berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendapatkan program kegiatan dengan lokus di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
Lebih lanjut Wabup menegaskan bahwa dalam menurunkan angka prevalensi stunting khususnya di Kabupaten Barito Kuala ditargetkan semaksimal mungkin bukan hanya menjadi tupoksi jajaran kesehatan atau satu individu semata, akan tetapi diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi mulai dari SKPD, camat, kades, pelaku usaha, dan juga elemen masyarakat karena upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan konvergen dengan pendekatan multi sektor.
Melalui pertemuan ini diharapkan semua elemen bisa berkolaborasi dalam melaksanakan konvergensi penurunan stunting khususnya di Kabupaten Barito Kuala untuk mewujudkan peningkatan kualitas hidup sumber daya manusia sebab stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan secara fisik semata, namun juga pertumbuhan cara berfikir bahkan saat dewasa nanti juga mempengaruhi potensi generasi penerus dalam berkarya dan bekerja.
Wabub mengucapkan terimakasih kepada ketua TPPS Prov Kalsel bersama anggota yang melakukan audiensi bersama tim TPPS Kabupaten Barito Kuala.
Sementara dalam sambutannya Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhiddin memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras Kabupaten Barito Kuala untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya. Kunjungan tim TPPS Provinsi adalah dalam rangka koordinasi dan berkomunikasi langsung dengan tim TPPS kabupaten untuk mendengar penjelasan agar tidak ada informasi ataupun ”catatan-catatan yang tercecer” karena bisa saja ada perbedaan data/ informasi yang ada di pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dengan data di kabupaten.
Dalam kujungan audiensinya Wagub juga menyampaikan bahwa jika ada strategi dan upaya penurunan stunting di Kabupaten Barito Kuala yang bisa di adove oleh Kabupaten lain maka ini akan menjadi terobosan dalam “berkolaborasi” untuk percepatan penurunan stunting di Kalimantan selatan khususnya dan terpenting semua usaha dan kerja keras semua dapat menjadi ladang pahala dan menjadi amal jariyah tutup beliau.
Wagub Kalsel H. Muhiddin juga berjanji akan kembali datang ke Kabupaten Barito Kuala dengan langsung turun ke lokus yaitu desa dengan angka stunting tertinggi sekaligus beraudiensi dengan masyarakat disana.
Bertempat di Aula Selidah Marabahan, Kamis (9/6/22) Pagi, TMMD ke – 113 resmi ditutup dengan rangkaian acara penutupan. TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang telah berlangsung sejak dari tanggal 11 Mei hingga 9 Juni 2022, selesai selama 30 hari di Desa Karang Mekar Kecamatan Mekarsari, Kab. Batola.
Berdasarkan laporan dari Ari Priyudono, S.Sos., M. Tr (Han), Kodim 1005 Barito Kuala, Pelaksanaan TMMD terdiri dari Komando Satgas sebanyak 15 orang, Tim Asistensi yang terdiri dari Tim Tehnis, 11 orang, Tim Pelayanan Kesehatan 5 orang, Tim Penyuluh 9 orang. Satuan Setingkat Kompi terdiri dari 110 orang dan pendukung dari masyarakat Desa Karang Mekar Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan TMMD di Desa Karang Mekar di dukung anggaran dari Pemda Barito Kuala untuk kegiatan fisik sebesar 1,2 M rupiah dan dukungan dari dinas PMD Provinsi untuk kegiatan sasaran tambahan sebesar 75 juta rupiah.
Pada kegiatan TMMD ke – 113 di wilayah Kodim 1005 Barito Kuala, pencapaian sasaran pembangunan fisik telah berhasil mencapai 100% yaitu berupa pengerasan jalan sepanjang 3.000 M x 3 M. Pekerjaan Levelling sepanjang 1.450 M. Pembuatan WC 3 unit, rehab masjid 1 unit, dan rehab pos kamling 2 unit.
Sedangkan kegiatan non fisik dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan berupa Kamtibmas, Pertanian, KB, Stunting Balita, Posyandu, Pos Bindu PTM, pengobatan gratis dan pemberian sembako.
Program TNI Manunggal Membangun Desa ke – 113 TA 2022 ini merupakan Operasi Bhakti TNI dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan Pemda, Polri dan Instansi terkait lainnya serta masyarakat setempat.
Teguh Pudjo Rumekso Mayor Jenderal TNI. Panglima Kodam VI Mulawarman selaku Pengendali Kegiatan Operasional TNI Manunggal Membangun Desa menyatakan tujuan dilaksanakannya TMMD adalah untuk membantu pemerintah daerah guna meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah dalam membangun infrastruktur serta membuka daerah yang terisolir guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kehidupan berbangsa maupun bernegara dalam rangka kepentingan pertahanan serta tetap terpeliharanya Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Sekda Barito Kuala Zulkifli Yadi Noor turut menyampaikan ucapan Terima kasih “Atas nama masyakat Kabupaten Barito Kuala, kami mengucapkan terimakasih setinggi tinggi nya kepada TNI AD dan Tim TMMD ke – 113”.
Pemkab Batola memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, bertempat di halaman Kantor Bupati Batola, Senin (6/6/22) pagi. Pada peringatan tersebut Bupati Hj. Noormiliyani AS membacakan pidato dari Menteri Lingkungan Hidup Dr. Ir. Siti Nurbaya, M. Sc. Di momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia saat Apel Pagi Senin.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2022 ini menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk terus memperbaiki dalam perilaku adil terhadap lingkungan. Lingkungan yang sehat membutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak secara konstruktif. Tidak lain, dalam satu arah sejalan dengan tujuan nasional dan cita-cita bangsa”.
Pada kesempatan yang sama Bupati Hj. Noormiliyani AS secara simbolis menerima bantuan 23 gerobak sampah masing-masing dari PT Sapta Indra Sejati dan PT Adaro Energy sebanyak 10 unit, PT Agro Afiat Nusantara 2 unit, PT Talenta Bumi 2 unit, PT Putra Bangun Bersama 2 unit, PT Alfamart 1 unit, PT Patria Maritim Indonesia 2 unit, PT Indomaret 2 unit, PT Indonesia Multipurpose Terminal 1 unit, dan PT Barito Galangan Nusantara 1 unit.
Bantuan lain berupa 30 buah tempat sampah (masing-masing 5 warna) berasal dari PT Tanjung Selatan Makmur Jaya (TSMJ), PT Darma Putra Kalimantan Sejati, PT Resha Rabby Lestari, PT Agra Budi Gas Utama, PT Indoka Sakti, dan PT Tri Buana Mas.
Bupati menuturkan program bantuan ini berisi pencanangan Program ” Anjur Antar “.
Program inovasi penanganan sampah perkantoran yang akan di uji cobakan di Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak.
Program ini berupa pengumpulan sampah yang bekerjasama dengan para pengumpul sampah di perumahan untuk dimasukan ke truk sampah.
Melalui program ini nantinya diharapkan dapat menanggulangi tumpukan sampah liar yang berada di sepanjang trotoar jalan protokol.
Bupati mengatakan pemberian ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian semua pihak terutama dari sektor swasta yang berada di lingkungan Kabupaten Barito Kuala.
“Mari kita terus menjaga keseimbangan manusia dan alam. Selamat Hari Lingkungan Hidup “Satu Bumi untuk Masa Depan” Ucap Bupati Batola Hj. Noormiliyani AS di akhir pidato.
Pelaksanaan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al Anwar, Kamis (2/6/22) berjalan sukses dalam kesederhanaannya.
Tabligh Akbar yang dilaksanakan pada malam Jum’at itu mengundang ustadz KH. Fakhruddin Nur dari Kuala Tungkal Jambi.
Nampak gelak tawa hadirin dan jemaah mendengar tausyiah “dengan logat khas bahasa Banjar-Indonesia” beliau, tidak luput Bupati Hj. Noormiliyani AS dan suami serta Wabup Rahmadian Noor pun sambil tersenyum menyimak isi tausyiah.
Rangkaian kegiatan Tausyiah yang dimulai pukul 20.00 wita itu diawali dengan Maulid Al Habsyi, dilanjutkan pembacaan Al Qur’an dan sambutan Bupati Barito Kuala. Dalam sambutannya yang singkat Bupati merencanakan bahwa kegiatan tausiyah ini akan di laksanakan rutin setiap bulannya.
Puncak acara tausiyah Ustadz KH Fakhruddin Nur yang mengangkat kisah ‘”saling sayang menyayangi”
Lebih lanjut ujar ustadz Fakhruddin Nur dalam tausyiahnya, pentingnya menjalin kebersamaan, pentingnya komunikasi dan menjaga kepercayaan dalam suatu hubungan, bukannya malah memaksakan kehendak/keinginan dari salah satu pihak yang akan berakibat kurang harmonisnya suatu hubungan, lebih ironisnya lagi akan berakhir dengan perpecahan.
Ciri khas penampilan sederhana dan penyampaian ustadz satu ini yang disertai kisah/contoh yang lucu dalam kehidupan bermasyarakat membuat jemaah tausiyah di masjid Al Anwar mudah memahami dan kadang diselingi dengan gelak tawa.
Hj. Noormiliyani AS didampingi Sekda Batola H. Zulkipli Yadi Noor, Ketua DPRD Saleh, Anggota Forkopimda, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Siti Aminah, Perwakilan SKPD dan kontraktor bersama-sama secara simbolis meletakkan semen di cor tiang pertama dengan di iringi lantunan shalawat dari perwakilan MUI Batola. Nampak wajah-wajah gembira saat peresmian berlangsung, mengingat proses perjalanan yang cukup panjang hingga akhirnya akan berdiri bangunan perpustakaan yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Batola.
Gedung layanan perpustakaan dibangun dengan anggaran sebesar 10 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Sub Bidang Perpustakaan TA 2022. Dengan nilai perjanjian/kontrak Rp 9.678.310.611 dan konsultan pengawas dengan nilai perjanjian/kontrak Rp 240.295.000. Masa kontrak pembangunan dari tanggal 25 Maret 2022 sampai dengan tanggal 24 November 2022, selama 245 hari dan sampai sekarang sudah mencapai 14,5 %. Gedung perpustakaan nantinya akan dibangun 2 lantai.
Bupati berharap pembangunan gedung layanan baru perpustakaan ini, dapat mendorong laju peningkatan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi masyarakat melalui bahan bacaan yang edukatif dan informatif.
Pada kesempatan yang sama Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS, menceritakan perjalanan pengusulan pembangunan gedung perpustakaan ini melalui proses yang panjang. Sejak tahun 2008 dimulai dengan pengusulan pembangunan gedung dilanjutkan di tahun 2019 proposal dihantarkan ke perpustakaan nasional di Jakarta.
“Kurang lebih 3 (tiga) tahun kita menanti dengan penuh kesabaran, alhamdulilah akhirnya pada tahun 2022 kesabaran tersebut berbuah manis. Perpustakaan di Kabupaten Barito Kuala, bukan lagi harapan dan impian semata, akan tetapi menjadi kenyataan” Ujar Ibu Bupati.
Hj. Noormiliyani AS juga menyampaikan gedung layanan perpustakaan bukan hanya untuk penyedia bahan bacaan saja, melainkan perpustakaan juga bisa berfungsi sebagai pelestari budaya, adat istiadat, cerita dan musik rakyat, perpustakaan juga bisa dijadikan sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan untuk menambah ilmu dan keterampilan.
Lebih lanjut, Bupati Batola menegaskan bahwa pembangunan ini bagian dari upaya nyata pemerintah untuk mewujudkan harapan dan cita-cita bersama dalam peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dalam rangka pengentasan kemiskinan di Batola, Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala menggelar Workshop Teknis Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Bagi Operator Desa dan Kelurahan. Bertempat di Aula Selidah Marabahan, Senin (30/05/22).
Bupati meresmikan pembukaan workshop sekaligus menyerahkan bantuan dari dana APBD Kab. Batola berupa 5 (lima) buah kursi roda disabilitas dan 150 sembako kepada Lansia. Bupati berharap pemberian ini dapat bermanfaat bagi pengguna dan membawa keberkahan bagi kita semua di Kabupaten Barito Kuala.
_
Kegiatan workhsop operator desa kelurahan turut dihadiri oleh Wabup H. Rahmadian Noor, Sekda Batola Zulkipli Yadi Noor, Asisten Bidang Pemerintahan Suyud Sugiono, Kadis Sosial Batola Fuad Syekh, perwakilan Kemensos provinsi, Pimpinan SKPD, Ketua MUI Batola, Camat, Kades dan Lurah se-Kabupaten Batola.
_
Dilaksanakannya kegiatan ini berdasarkan keputusan bersama oleh 3 Kementerian, yakni Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan RI terkait dukungan percepatan permutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh pemerintah daerah.
_
Bupati Noormiliyani AS menyampaikan, penanganan kemiskinan merupakan salah satu prioritas di dalam pembangunan di Kabupaten Batola sehingga harus lebih fokus pada pembaharuan DTKS agar data yang ada menjadi lebih mutakhir dan pemberian bantuan lebih akurat dan tepat sasaran.
_
Oleh karena itu, Bupati mengapresiasi kegiatan worksop ini selain sebagai forum bertukar informasi juga media kordinasi terkait tekhnis pendataan dan verfiikasi data. Beliau berharap pada kegiatan ini terjadi komunikasi dua arah oleh peserta workshop dan berharap peserta mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya hingga tuntas.
Bertempat di Jakarta Convention Centre , Acara Pertemuan Arahan Presiden kepada Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Esselon I dan Esselon II Kementerian/Lembaga serta Badan Usaha Milik Negara, tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia yang langsung dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo.
Acara juga diikuti oleh Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia secara virtual. Kabupaten Barito Kuala juga mengikuti kegiatan ini secara virtual terpusat di Aula Media Center Dinas Kominfo Barito Kuala. Hadir dalam kesempatan itu :
Bupati Barito Kuala yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah
Kadis Kominfo Kab. Barito Kuala (diwakili Kabid IKP)
Plt. Kadis Koperasi, dan Perindag Kab. Barito Kuala
Kadis Pertanian Kab. Barito Kuala
Kadis Perikanan Ketahanan Pangan Kab. Barito Kuala
Kadis Perkebunan dan Peternakan Kab. Barito Kuala
Kepala Bapelitbang Kab. Barito Kuala (diwakili Kabid Penelitian dan Pengembangan)
Kabag Ekobang Sekretariat Daerah Kab. Barito Kuala
Kegiatan yang berlangsung pada sore hari jam 16.00 WIB – selesai, acara inti diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Laporan dan Evaluasi Kepala Badan Keuangan dan Pembangunan M. Yusuf dilanjutkan dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo.
Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa betapa situasi sekarang ini adalah tidak mudah, situasi yang sangat sulit, dan dialami oleh semua negara, Untuk itu sangat diharapkan semua memiliki kepekaan ( sense of crisis ) mengenai keadaan kita dan semua negara sekarang ini.
Ketidakpastian global sekarang ini hampir setiap hari berubah-ubah terus. Begitu Covid-19 selesai, semua negara sebetulnya merencanakan bagaimana pemulihan ekonominya tetapi banyak yang belum selesai, muncul perang di Ukraina dan Rusia. Inilah yang semuanya kita harus memiliki perasaan yang sama, betapa sekarang ini memang keadaan yang tidak mudah, keadaan yang tidak gampang.
Saya berikan contoh. Problem sekarang ini ada dua yang berat, urusan energi (BBM, bensin, gas, listrik) dan yang kedua pangan.
Oleh sebab itu, APBN, APBD, Anggaran yang ada di BUMN, betul-betul harus kita pegang erat agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju jangan APBN, APBD untuk beli barang-barang impor.
Presiden juga meminta kepada Gubernur, Bupati, Walikota, Sekda, yang paling penting sekarang adalah bagaimana produk-produk lokal, produk-produk unggulan itu segera bisa masuk pada E-Katalog lokal. Segera. Yang punya E-Katalog lokal, baru 46 pemda dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi, baru 46 pemda. Padahal untuk membangun E-Katalog lokal ini syaratnya sudah enggak kayak dulu, dulu memang rumit, sekarang sangat simpel.
Dibagian akhir arahannya, Presiden Jokowi sekali lagi mengajak agar kita harus memiliki perasaan yang sama, kepekaan yang sama terhadap situasi yang sangat tidak mudah ini. Dan ini akan ringan kalau kita gotong bersama-sama, kita angkat bersama-sama, dan kita harapkan betul-betul ini menetas dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya dan juga mempengaruhi nanti pada growth, pada pertumbuhan ekonomi negara kita, Indonesia.